KALTENGSATU, Palangka Raya – Penanganan pengungsi saat terjadi bencana membutuhkan koordinasi yang terpadu, cepat, dan terintegrasi antarinstansi guna memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Hal tersebut menjadi salah satu penekanan Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib saat membuka Bimbingan Teknis Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026.
Menurutnya, pengelolaan pengungsian merupakan salah satu klaster yang paling krusial dan kompleks dalam fase tanggap darurat sehingga memerlukan keterlibatan berbagai sektor.
“Sebagai tim multisektor, koordinasi penanganan dampak bencana termasuk di dalamnya urusan pengungsian harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan terintegrasi,” ujar Ahmad Toyib di Palangka Raya seperti dikutip pada Jumat, (12/6/2026)
Ia menegaskan pengelolaan pengungsian sebagai salah satu klaster paling krusial sekaligus kompleks dalam fase tanggap darurat.
Bimtek manajemen pengungsi tersebut diikuti 45 peserta yang berasal dari berbagai instansi lintas sektor, antara lain Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perkimtan, Dinas Perhubungan, PMI, Satpol PP, Dinas Kominfosantik, dan internal BPB-PK Kalteng.
Melalui kegiatan itu, anggota TRC Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan dapat memperkuat sinergi interdisipliner serta menguasai teknik kaji cepat kebutuhan pengungsi guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana. (K1)